Minggu, 04 Maret 2012

Penilaian Berbasis Kelas


PENILAIAN BERBASIS KELAS
Pengertian
Depdiknas (2002), menjelaskan bahwa Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah  satu komponen dalam kurikulum berbasis kompetensi. PBK itu sendiri pada dasarnya merupakan kegiatan penilaian yang dilaksanakan secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan mengumpulkan kerja siswa (portofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), kinerja (performance), dan tes tertulis (paper and pen). Fokus penilaian diarahkan pada penguasaan kompetensi dan hasil belajar siswa sesuai dengan level pencapaian prestasi siswa.
Adapun pengertian dari penilaian berbasis kelas:
[  Penilaian Berbasis Kelas (PBK) digunakan untuk  menggambarkan suatu penilaian yang dilakukan secara terpadu dengan kegiatan mengajar belajar (KMB).
[  PBK merupakan proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsistent sebagai akuntabilitas public
 Bentuk Penilaian Berbasis Kelas
[  Pengumpulan kerja siswa (portofolio), merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis, teroganisasi, yang diambil selama proses.
[  Hasil karya (produk), penilaian terhadap penguasaan keterampilan peserta didik dalam membuat suatu produk dan penilaian kualitas hasil kerja tertentu.

[  Penugasan (proyek), penilaian terhadap tugas yang harus diselesaiakan  dalam waktu tertentu. Penilaian proyek dilakukan mulai dari pengumpulan, pengorganisasian, penilaian hingga penyajian data.
[  Kinerja (performance), dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung yang memungkinkan terjadinya praktik.
[  Tes tertulis, merupakan alat penilaian berbasisi kelas yang penyajiannya maupun penggunaannyan dalam bentuk tes pembelajaran tertulis. Peserta didik memberikan jawaban atas pertanyaaan atau pernyataaan yang diberikan
Tujuan Penilaian Berbasis Kelas
[  Memberikan informasi kemajuan hasil belajar siswa secara individual dalam mencapai tujuan belajar sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakukannya.
[  Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar lebih lanjut, baik terhadap masing-masing siswa maupun terhadap siswa seluruh kelas.
[  Memberikan informasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, menetapkan tingkat kesulitan /kemudahan untuk melaksanakan kegiatan remedial, pendalaman atau pengayaan.
[  Memberikan motivasi belajar siswa dengan cara memberikan informasi tentang kemajuannya dan merangsangnya untuk melakukan usaha pemantapan dan perbaikan.
[  Memberikan informasi tentang semua aspek kemajuan setiap siswa dan pada gilirannya guru dapat membantu pertumbuhannya secara efektif untuk menjadi anggota masyarakat dan pribadi yang utuh.
[  Memberikan bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan yang sesuai dengan keterampilan, minat, dan kemampuannya


Fungsi PBK bagi siswa dan guru
[  Untuk membantu siswa mewujudkan dirinya dengan mengubah atau mengembangkan perilakunya ke arah yang lebih baik dan maju.
[  Untuk membantu siswa mendapat kepuasan atas apa yang telah dikerjakannya.
[  Untuk membantu guru menetapkan apakan metode mengajar yang digunakannya telah memadai.
[  Untuk membantu guru membuat pertimbangan dan keputusan administrasi.
Prinsip Penilaian Berbasis Kelas
[  Valid
Ø  PBK harus mengukur apa yang seharusnya diukur dengan menggunakan alat yang dapat dipercaya, tepat, atau sahih,
[  Mendidik
Ø  Penilaian harus memberikan sumbangan positif terhadap hasil belajar siswa.
Ø  Penilaian harus dinyatakan dan dapat dinayatakan sebagai penghargaan yang memotivasi bagi siswa yang berhasil dan menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan hasil belajar bagi yang kurang berhasil.
[  Berorientasi pada Kompetensi
Ø  Penilaian harus menilai pencapaian kompetensi yang dimaksud dalam kurikulum
[  Adil dan Objektif
Ø  Penilaian harus adil dan objektif terhadap semua siswa dan tidak membeda-bedakan latar belakang siswa yang tidak berkaitan dengan pencapaian hasil belajar
Ø  Perlu dibuat kriteria yang jelas sebagai dasar penskoran dan pengambilan keputusan
[  Terbuka
Ø  Kriteria penilaian hendaknya terbuka bagi berbagai kalangan sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan
[  Berkesinambungan
Ø  Penilaian dilakukan secara berencan, bertahap, teratur, terus menerus, dan berkesinambungan untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan kemajuan belajar siswa.
Ø  Hasil penilaian perlu dianalisis dan ditindaklanjuti.
Ø  Penilaian hendaknya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran
[  Menyeluruh
Ø  Penilaian terhadap hasil belajar siswa harus dilaksanakan menyeluruh, utuh, dan tuntas yang mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif serta berdasarkan pada berbagai teknik dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti dan hasil belajar siswa.
[  Bermakna
Ø  Penilaian hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Ø  Hasil penilaian mencerminkan gambaran utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemaham, minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
[  kemampuan yang dikuasai oleh seseorang dan telah menjadi bagian dalam dirinya sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan.
[  Standar kompetensi : batas dan arah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
[  Standar Kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja yang operasional misalnya: menafsirkan, menganalisis, mengevaluasi, membandingkan, mendemonstrasikan, dll, atau yang tidak operasional misalnya: mengetahui dan memahami.
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
[  SK bersifat umum, maka perlu dijabarkan menjadi KD.
[  Cakupan materi pada KD lebih sempit dibandingkan pada SK.
[  Pada KD kata kerja operasional: menghitung, mengidentifikasi, membedakan, menafsirkan, menganalisis, menerapkan, dsb.
PENILAIAN KECAKAPAN HIDUP
[  Kecakapan Diri (Kecakapan Personal)
Ø  Penghayatan diri terhadap mahluk Tuhan Yang Maha Esa.
Ø  Motivasi berprestasi
Ø  Percaya diri
Ø  Mandiri
[  Kecapakan Berpikir Rasional
Ø  Berpikir kritis dan logis
Ø  Berpikir sistematis
Ø  Terampil menyusun rencana secara sistematis
Ø  Terampil memecahkan masalah sera sistematis
[  Kecakapan Sosial
Ø  Kecakapan berkomunikasi lisan/tulis
Ø  Kecakapan bekerja sama,  kolaborasi, dan lobi
Ø  Kecakapan berpartisipasi
Ø  Kecakapan mengelola konflik
Ø  Kecakapan mempengaruhi orang lain
[  Kecakapan Akademik
Ø  kecakapan, meracang, melaksanakan,  dan melaporkan hasil penelitian ilmiah
Ø  Kecakapan membuat karya tulis ilmiah
Ø  Kecakapan mentransfer dan mengaplikasika hasil-hasil penelitian untuk memecahkan masalah, baik berupa proses maupun produk
[  Kecakapan Vokasional
Ø  Kecakapan menemukan ealgoritma, model dan prosedur untuk mengerjakan suatu tugas.
Ø  Kecakapan melaksanakan prosedur
Ø  Kecakapan mencipta produk dengan menggunakan konsep, prinsip, bahan, dan alat yang telah dipelajari.
ACUAN PENILAIAN BERBASIS KELAS
[  Penilaian Acuan Norma (PAN)
Ø  Untuk menentukan angka batas dengan menerapkan standar yang didasarkan atas kinerja tes sekelompok siswa.
Ø  Penilaian Acuan Norma (PAN)
§  Penilaian PAN berasumsi bahwa kemampuan siswa berbeda satu dengan lainnya dan dapat digambarkan menurut distribusi normal.
§  Perbedaan tersebut ditunjukkan melalui hasil pengukuran.
§  Hasil tes seorang siswa dibandingkan dengan kelompoknya, sehingga dapat diketahui posisi siswa tersebut.
[   Acuan Patokan (PAP)
Ø  PAP digunakan untuk menentukan angka batas dengan menerapkan standar yang (1) ditentukan sebelum pelaksanaan tes, (2) tidak melibatkan pembangdingan angka para  peserta tes
Ø  Penilaian Acuan Patokan (PAP)
§  PAP berasumsi bahwa hampir semua orang dapat belajar apa saja, namun waktunya yang berbeda.
§  Konsekuensi program ini adalah pengayaan dan remedial.
§  Siswa yang telah mencapai standar yang ditetapkan diberikan pengayaan, sedangkan siswa yang belum mencapai standar diberikan remedial.




Referensi   :
Arifin, zainal. Evaluasi Pembelajaran. Rosda: Bandung, 2009
Depdiknas. Evaluasi pendidikan. Depdiknas: Bandung, 2002      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar